welcome


web stats

Popular Posts

Banyakin Sedekah

Banyak orang yang memiliki penghasilan besar, namun selalu merasa tidak cukup. Bahkan tidak jarang pengeluaran mereka lebih besar dari penghasilan yang didapat. Mungkin diri kita pernah merasakan demikian.

Maka instropeksilah, mungkin sedekah yang kita keluarkan terlalu sedikit, sehingga berkah yang Allah berikan juga sekedarnya. Padahal dalam surat Al An’am ayat 160, Allah sudah janji akan melipatgandakan pahala sampai 10 kali lipat bagi mereka yang berbuat kebaikan.

Jadi sebetulnya kita tak perlu ragu untuk menyisihkan penghasilan bagi mereka yang membutuhkan. 1 – 1 = 10, itulah ilmu sedekah. Banyak kejadian dibalik fenomena keajaiban sedekah.

Teruslah Berdo'a dan Perbaiki

Kenapa Allah masih enggan mengabulkan do’aku? Apa salahku? Kurang apalagi? Puasa sudah, berdo’a sudah, beramal sudah, tapi kok masih belum ada yang berubah?

Ada 3 tahapan yang harus kita lakukan sebelum do’a :

1. Syukur
Hidup saja susah apa yang mau disyukuri? Inilah kesalahan kita. Coba renungkan! Kau punya anak, minta mobil-mobilan, karena sayang dikasih, tapi anak itu lupa membawa pulang mainannya ketika bermain dengan kawan-kawannya. Hilanglah mainan itu. Keesokan harinya dia merengek minta dibelikan lagi, kau pun membelikannya, dan kejadian pertama terulang lagi. Lantas jika anak kita itu minta lagi apa jawab kita? Apa akan langsung membelikannya?

Bagaimana Allah akan mengabulkan do’a jika nikmat yang sudah ada saja tidak pernah disyukuri, ini namanya tidak tahu berterima kasih. Do’a itu bisa di ijabah atau ditolak oleh Allah, tapi syukur pasti akan diterima.

2. Malu
Mungkin kau tidak diberi harta lebih, tapi masih diberi kesehatsn, akal, tangan, kaki dan yang lebih penting kita masih hidup, tapi kenikmatan itu seakan tidak berarti apa-apa, mendefinisikan nikmat itu hanya berupa harta, tahta, wanita.

3. Istighfar
Mohonlah ampun kepada Allah, atas kesalahan-kesalahan yang telah kita lakukan dengan sebenar-benarnya. Ketika kaumnya mengadu kekeringan, Nabi Nuh menyeru mereka untuk beristighfar. Lalu turunlah hujan.

"Maka aku katakan kepada mereka: 'Mohonlah ampun kepada Tuhanmu, -sesungguhnya Dia adalah Maha Pengampun-, niscaya Dia akan mengirimkan hujan kepadamu dengan lebat," (Nuh 10-11)

TANDA-TANDA KEMATIAN

Allah telah memberi tanda kematian seorang muslim sejak 100 hari, 40 hari, 7 hari, 3 hari dan 1 hari menjelang kematian.

Tanda 100 hari menjelang ajal :

Selepas waktu Ashar (Di waktu Ashar karena pergantian dari terang ke gelap), kita merasa dari ujung rambut sampai kaki menggigil, getaran yang sangat kuat, lain dari biasanya, Bagi yang menyadarinya akan terasa indah di hati, namun yang tidak menyadari, tidak ada pengaruh apa-apa.

Tanda 40 hari menjelang kematian :

Selepas Ashar, jantung berdenyut-denyut. Daun yang bertuliskan nama kita di lauh mahfudz akan gugur. Malaikat maut akan mengambil daun kita dan mulai mengikuti perjalanan kita sepanjang hari.

Tanda 7 hari menjlang ajal :

Akan diuji dengan sakit, Orang sakit biasanya tidak selera makan. Tapi dengan sakit ini tiba-tiba menjadi berselera meminta makanan ini dan itu.

Tanda 3 hari menjelang ajal :

Terasa denyutan ditengah dahi. Jika tanda ini dirasa, maka berpuasalah kita, agar perut kita tidak banyak najis dan memudahkan urusan orang yang memandikan kita nanti.

Tanda 1 hari sebelum kematian :

Di waktu Ashar, kita merasa 1 denyutan di ubun-ubun, menandakan kita tidak sempet menemui Ashar besok harinya.

Bagi yang khusnul khotimah akan merasa sejuk di bagian pusar, kemudian ke pinggang lalu ketenggorokan, maka dalam kondisi ini hendaklah kita mengucapkan 2 kalimat syahadat.

Sahabatku yang budiman, subhanAllah, Imam Al-Ghazali, mengetahui kematiannya. Beliau menyiapkan sendiri keperluannya, beliau sudah mandi dan wudhu, meng-kafani dirinya, kecuali bagian wajah yang belum ditutup. Beliau memanggil saudaranya Imam Ahmad untuk menutup wajahnya. SubhanAllah. Malaikat maut akan menampakkan diri pada orang-orang yang terpilih. Dan semoga kita menjadi hamba yang terpilih dan siap menerima kematian kapanpun dan di manapun kita berada. Aamiin.

Pengemis dan Istri Cantik

Pada suatu hari, ketika sepasang suami isteri duduk makan diruang tamu, datang seorang pengemis berpakaian lusuh meminta
belas kasihan mereka.

"Tolonglah encik, saya lapar, sejak semalam tidak menjamah sesuap nasi." Dengan muka bengis, si suami sambil menjeling isteri
yang cantik terus menghalau dan menengking si pengemis itu.

Dalam hatinya berkata "Aku membina perniagaan hingga berjaya bukan untuk orang lain, tetapi untuk diri dan keluargaku." Si isteri
tidak dapat berbuat apa-apa dengan sikap suaminya walaupun dalam hatinya ada niat untuk bersedekah.

Beberapa tahun kemudian, perniagaan si suami jatuh muflis dan dia menjadi miskin.
Dia terus menceraikan isterinya kerana tidak
mahu isterinya turut menderita sepertinya. Setahun kemudian, isteri yang masih cantik itu berkahwin pula dengan lelaki lain.

Pada suatu hari, sedang si isteri dan suami barunya mengadap makanan, tiba-tiba seorang pengemis mengetuk pintu sambil
meminta belas kasihan.

Mendengar rayuan pengemis itu si suami menyuruh isterinya menghidangkan sepinggan nasi berlaukkan
seperti yang mereka makan.

Setelah memberi sepinggan nasi kepada pengemis itu, si isteri menangkup muka sambil menangis. Si isteri mengadu si pengemis itu
sebenarnya adalah bekas suamiya yang dulu pernah menengking seorang pengemis.

Suami yang baru itu menjawab dengan tenang. "Demi Allah, sebenarnya akulah pengemis yang dihalau dan ditengking dulu!".
Cerita ini memberi pengajaran bahawa hidup kita seperti putaran roda dan tidak selalunya diatas. Ada masa ketikanya kita akan
turun kebawah dan naik semula atau sebaliknya.

Rasulullah s.a.w bersabda yang maksudnya : "Sedekah itu dapat menutup tujuh puluh ribu kejahatan".
Anas b. Malik pula meriwayatkan bahawa Nabi Muhammad s.a.w ada bersabda bermaksud :

"Barang siapa mempunyai harta, maka bersedekahlah dengan kekayaannya, barang siapa yang mempunyai ilmu, maka bersedekahlah
dengan ilmunya dan barang siapa yang mempunyai tenaga, bersedekahlah dengan tenaganya".

Jodoh ada di Tangan Allah Swt


“`pasangan yg menikah itu belum tentu jodohnya…demikian juga sebaliknya, “`
Jodoh belum tentu bisa terwujud dalam sebuah pernikahan. Atau ketika menikah kemudian bercerai apakah dikatakan tidak berjodoh?? Mengapa bisa terjadi?
1. Campur tangan Setan/Jin
2. Kebodohan dan ketidaktahuan dari manusianya sendiri.
JODOH ITU BELUM TENTU PASANGAN NIKAH KITA
Jodoh adalah hal yg ghaib, tetapi ketika Manusia bisa menjalani nilai2 ke Fitrahan, maka dia akan di tunjukkan Jodohnya. Meski orang yg kita ketahui sebagai Jodoh kita juga belum tentu mau kita ajak menikah. Semua tidak seperti angan2 kita hanya dengan sholat Istiqarah kemudian “seolah2″ kita diberi petunjuk untuk menentukan Jodoh kita. Padahal keputusan itu produk dari hati atau Nafsu Angkara kita, karena memang kita sudah ada rasa suka dengan org yg kita maksud. Nah ketika kita menjalaninya sampai pada tahap pernikahan kemudian terjadi sesuatu yg tdk kita inginkan, akhirnya kita menyalahkan Allah/Tuhan, padahal ini bukan pilhan-NYA, karena ketika memilih pilihan (jodoh) kondisi kita masih diliputi Nafsu Angkara, dan pilihan itu adalah murni dari pilihan (Nafsu Angkara) kita sendiri.
Jadi bukan ajaran Shalat Istiqarahnya yang kurang benar, tetapi hal ini murni dari ketidaksiapan kita dalam menata hati, rasa, dan nafsu kita untuk dapat “Menjemput Opini Tuhan”, sehingga tidaklah layak kita bernegative thinking kepada Allah/Tuhan, yang mana sejatinya kitalah yang kurang bisa menjalankannya secara benar. Sebenarnya Jodoh itu tidak perlu diterawang, diramal, atau dengan pengasihan, pelet, dsb. Jika kita berjalan sesuai fitrahnya dan belajar akan kepasrahan kepada Allah/Tuhan dengan benar, maka justru kita akan semakin akurat dalam menentukan jodoh sebagai pendamping hidup.
Jodoh itu bukan Menyatukan dua hati yang berbeda, tetapi Menyatukan satu hati yang terbelah menjadi dua. Sehingga kekurangan dari yang satu, yang satunya lagi bisa membantu dan melengkapi. Jadi dalam Jodohpun masing2 memiliki tugas yang mesti ditanggungnya sendiri2 sesuai fitrahnya/jatah tugas sebagai apa kedudukannya, apakah sebagai Istri atau sebagai suami ( kalau memang Jodoh itu telah dapat bersatu didalam tali ikatan pernikahan). Dan semua diikrarkan serta disumpahkan dihadapan Allah/Tuhan. Sehingga Cinta atas dasar Raga, rasa, jiwa, sukma hingga cinta dalam hidupnya semua disujudkan pada Allah/Tuhan. Oleh karena itu Cintaku untuk Istri/Suami adalah refleksi dari Cintaku kepada Allah, Cintaku kepada anak2ku adalah manifestasi cintaku kepada Allah/Tuhan. Nah bila sudah seperti itu diharapkan tidak ada perselingkuhan, atau penganiyaan maupun saling menyalahkan dari keduanya, karena semua terwujud atas dasar menjalankan kewajiban hanya untuk Allah/Tuhan.
Kenapa tidak semua manusia diberitahu tentang rahasia Jodoh ? jawabannya sangat simpel, yaitu : tidak semua manusia siap dan mau menjalani dengan Jodoh yang sebenarnya. Makanya hanya orang2 dalam kondisi fitrahlah yg akan ditunjukkan tentang rahasia Jodoh, Mengapa demikian ? karena orang2 dengan kefitrahan akan lebih mampu menerima Jodohnya apa adanya, sesuai Fitrah/jatah yg mesti dia peroleh, dan inilah yang disebut RAHMAT Allah/Tuhan. Rahmatulloh/rahmat Allah bagi orang2 yg mengutamakan nilai Fitrah sebagai sandaran hidup adalah bukan sesuatu yang berujud kesenangan ataupun keindahan saja namun apapun itu bentuknya, apapun itu wujudnya kalau itu rahmat dari Allah/Tuhan semua baik dan benar adanya, demikian juga dengan JODOH.
Nah siapkah menjalankan Kodrat dan Takdir kita sebagai manusia yang bersandar pada nilai Fitrah disetiap perjalanan hidup kita? Dan siapkah kita menerima Jodoh pilihan Allah/Tuhan meski tak selamanya pilihan Allah/Tuhan sesuai dengan selera kita ?. Coba tanyakan kepada diri kita, sebelum Allah/Tuhan akan mengkabulkan permintaan kita untuk mengerti Jodoh kita yang sesungguhnya…..
Mengapa setelah Istiqaroh belum mendapat jawaban??
Jika masih tiada petunjuk apa2, usahakan sehingga tiga malam. Jika tiada juga, bolehlah diambil langkah mengikut pertimbangan sendiri atau boleh kita minta pendapat dari orang-orang alim.
Cara KEDUA, menggunakan akal fikiran yang Allah bekalkan kepada kita. Caranya:
1. Buat pertimbangan sendiri. Fikirkan pro dan kontranya dari banyak sudut. Kita sendiri lebih tahu situasi kita berbanding orang lain.
2. Minta pendapat orang tua-tua, orang-orang soleh, sahabat dekat, dan kerabat dekat yang bisa dipercaya.
3. Berbicara dengan teman kita itu jika takut dan ingin aman dari fitnah. Sambil mencari jalan, sambil mengetahui pribadinya.
Gabungan ketiga-tiga cara ini insyaallah akan menghasilkan satu kesimpulan dalam diri kita, sampai ada jodoh kita sudah waktunya ataupun belum.
Berhasil ataupun tidak sesuatu urusan itu, tidak ada siapa pun yang tahu. Tidak ada yang mampu memberi jawaban. Kita manusia yang serba lemah hanya mampu merancang dan menjalankan. Hasilnya tetap berada di tangan Allah. Yang penting, kita jangan mengabaikan IKHTIAR. Kedua-dua kaedah yang dijelaskan di atas tadi termasuk ke dalam ikhtiar. Allah suka orang yang berikhtiar. Apabila kita berikhtiar bersungguh-sungguh, pasti Allah memberikan yang terbaik buat kita. Apa yang saudari sedang usahakan kini sebenarnya termasuk dalam ikhtiar.
Kita tau, perjodohan ini bukan perkara yang mudah. Ia akan mempengaruhi susah senang bahagia derita kita pada masa akan datang. Sebab itulah jika kita sebentar yakin sebentar ragu. Itu memang kebiasaan, memang fitrah. Orang lain pun umumnya begitu juga.
"Satu petuah, jadikan diri kita orang yang solehah, Allah akan hadirkan jodoh yang soleh kepada kita".

Sholat Berjama'ah

Umat Muslim melakukan shalat berjamaah di Masjid Ukash.
Shalat merupakan salah satu rukun Islam yang menjadi pembatas seseorang itu mukmin atau kafir. (HR Muslim, Abu Dawud, Tirmidzi, dan Ibnu Majah). Shalat juga menjadi penentu diterima atau tidaknya amalan seseorang. (HR Abu Daud).

Shalat memberikan banyak manfaat bagi yang istiqamah menjalankannya. Selain itu, shalat memiliki banyak keutamaan, apalagi jika ditunaikan berjamaah. Satu hal yang perlu diketahui, tidak satu pun ulama yang menyatakan shalat berjamaah hukumnya sunah biasa.

Shalat berjamaah adalah sunah muakkadah bagi laki-laki dalam menjalankan shalat lima waktu. Menurut Mazhab Maliki dan Hambali, hukumnya wajib.

Rasulullah bersabda, “Demi Tuhan yang jiwaku berada dalam kekuasaan-Nya. Sungguh aku sangat ingin menyuruh orang-orang mengumpulkan kayu bakar, lalu menyuruh seseorang supaya menyerukan azan, kemudian menyuruh seseorang pula untuk menjadi imam bagi orang banyak. Sementara itu, aku akan pergi mendatangi orang-orang yang tidak shalat berjamaah, lalu aku bakar rumah-rumah mereka.” (HR Bukhari Muslim).

Saking pentingnya shalat berjamaah, selain memiliki 27 derajat (HR Muttafaq Alaih), keutamaan lainnya adalah pertama, mendapatkan naungan Allah.

Ada tujuh golongan yang akan dinaungi Allah pada hari tiada naungan selain naungan-Nya. (Salah satunya) adalah seseorang yang hatinya selalu terikat dengan masjid.” (HR Bukhari).

Kedua, diampuni dosa-dosanya. “Barang siapa yang berwudhu untuk shalat, lalu ia menyempurnakan wudhunya, kemudian berjalan menuju shalat wajib dan ia melaksanakannya secara bersama-sama atau berjamaah atau di masjid, niscaya Allah akan mengampuni dosa-dosanya.” (HR Muslim).

Ketiga, pahalanya senilai pahala ibadah haji. “Barang siapa keluar dari rumahnya dalam keadaan suci menuju shalat wajib, pahalanya seperti pahala orang beribadah haji.” (HR Abu Dawud).

Keempat, dihormati sebagai tamu Allah. “Barang siapa yang berwudhu di rumahnya, lalu memperbaiki wudhunya, kemudian datang ke masjid maka ia sebagai tamu Allah. Dan, menjadi sebuah keharusan bagi yang dikunjungi untuk menghormati tamu.” (HR Ibnu Abi Syaibah).

Kelima, terlindungi dari kejahatan setan. “Sesungguhnya, setan itu serigala bagi manusia, seperti serigala bagi kambing yang selalu memangsa kambing yang sendirian dan lalai. Maka, waspadalah kalian dalam tinggal di dusun-dusun (sendirian) dan haruslah kalian berjamaah, bermasyarakat, dan ke masjid.” (HR Ahmad).

Keenam, mendapatkan jaminan surga. “Ada tiga orang yang semuanya dijamin oleh Allah, (salah satunya) seseorang yang pergi ke masjid, ia dijamin oleh Allah ketika Ia mewafatkannya dengan memasukkannya ke surga.” (HR Abu Dawud). Semoga kita menjadi hamba-hamba Allah yang senantiasa istiqamah menjalankan shalat berjamaah. Aamiin.

Pengalaman Mengerikan Para Astronout

Ada sejumlah episode mengerikan, aneh, dan tidak masuk akal yang terjadi. Berikut sejumlah cerita mengerikan yang terjadi di luar angkasa:
1. Bangkai mahluk hidup di luar angkasa
Sebelum akhirnya berhasil mengirimkan para kosmonot dan astronot, eksplorasi luar angkasa mengorbankan banyak nyawa binatang. Monyet, anjing, dan simpanse.
Sementara ide mengorbankan hewan di "altar" ilmu pengetahuan mungkin tidak tepat, namun fakta ada banyak hewan jenis simian dan canine yang mati di luar angkasa menjadi cerita mengerikan.
Ini menimbulkan banyak teori bahwa mungkin ada lusinan hewan yang menjadi mumi yang hingga saat ini masih membuat putaran orbit. Hal yang sama bisa jadi juga menimpa manusia.
2. Risiko jadi makanan serigala
Tak hanya ketika menembus atmosfer, para penjelajah luar angkasa juga menghadapi risiko saat mendarat ke bumi. Seperti yang dialami Alexei Leonov, kosmonot Uni Soviet.Pada 18 Maret 1965, ia berhasil menjadi manusia pertama yang berjalan kaki di luar angkasa atau extra-vehicular activity (EVA).
Karena mengalami kebocoran udara dan sejumlah material yang kaku, ia buru-buru masuk kembali ke dalam kapsulnya. Sebuah usaha yang susah payah, karena ia harus menurunkan tekanan pakaian luar angkasanya dan risiko berebut masuk dalam kapsul.
Saat pesawat berhasil kembali ke Bumi, ia mendarat di Pegunungan Ural, di mana Leonov dan komandannya dipaksa menunggu pasukan penyelamat di tengah lolongan serigala lapar.
3. Toilet mengerikan
Pada 5 Mei 1961, Alan Shepard memakai popok dewasa saat mengangkasa menggunakan Freedom 7. Namun, fasilitas kamar mandi di pesawat Apollo jauh lebih buruk, sebelum perbaikan signifikan dilakukan. Dalam misi Mercury, Gemini, dan Apolo, para kru secara faktual mengenakan kapsul.

Mereka hidup di tempat duduk mereka, melakukan segala sesuatu yang personal di sana, seperti makan, tidur, buang air kecil, apapun. Urin dikumpulkan dalam wadah yang menempel pada tubuh, kantong mirip kondom yang punya tiga pilihan: kecil, sedang atau besar.
Untuk buang air besar, para astronot pertama menempelkan tas plastik pada bagian bokong. Saat selesai membuang hajat, ia akan menutup tas tersebut, meremas-remasnya, mencampur cairan pembunuh bakteri dengan kotoran di dalamnya. Meski dalam kacamata para insinyur ini adalah cara efektif, namun untuk para astronot, sangat mengerikan.

4. Dekompresi
Ini adalah salah satu fakta mengerikan dalam perjalanan luar angkasa. Dekompresi. Semua kru Soyuz 11 yang berjumlah tiga orang, Vladislav Volkov, Georgi Dobrovolski dan Viktor Patsayev, tewas akibat penurunan tekanan ketika mempersiapkan diri untuk kembali ke bumi. Ini adalah kematian pertama manusia yang terjadi di luar angkasa.
Sebelumnya, seorang teknisi Johnson Space Center, Houston menceritakan pengalamannya mengalami dekompresi ketika berada di ruangan hampa udara. Ingatan terakhirnya sebelum kesadaran adalah sensasi kelembaban dalam lidahnya mulai mendidih.
Hingga saat ini belum ada kesepakatan di kalangan ilmuwan tentang gejala dekompresi mendadak, namun ada di antara kemungkinan itu adalah daging yang membengkak, darah yang menguap, bola mata pecah, dan paru-paru meledak.